Kamis, 17 Juli 2014

Cerpen- " Caramu Yang Tak Ku Suka"

Caramu yang Tak Ku Suka

Rasa cinta ini padamu perlahan memudar,tak seindah dulu. Mungkin kamu yang lebih dulu menghapus rasa cintamu padaku dibandingkan aku. Dengan hadirnya dia sebagai sosok ornag ketiga diantara  kita,membuatku cukup terluka. Kau goreskan luka luka kecil namun dalam dihatiku. Entah orang macam apa aku ini,yang masih mampu mengucap doa-doa indah yang kupanjatkan untuk mereka saat ku tahu kamu berpaling dariku. Aku yang masih berlaku baik padamu yang seakan-akan tak terjadi apa-apa. Aku yang masih tersenyum padamu walaupun ku tahu kamu telah menyakitiku. Aku yang berusaha menyembunyikan lukaku serapih mungkin dengan senyuman yang selalu kuperlihatkan.
            Seharusnya aku tahu bahwa dari dulu hanya aku yang berjuang untuk mempertahankan sebuah status yang mungkin tak pernah berarti dimatamu. Kamu yang hanya diam tak bersuara dan memilih melangkah mundur,disaat aku yang berlari menuju arahmu dengan ribuan keringat yang menetes,yang pada akhirnya kita tidak pernah bertemu dalam suatu titik yang sama. Lelah  sekali bukan jadi aku?. Bisakah kau bayangkan betapa lelahnya jadi aku,yang harus meneguk kepahitan saat melihat kamu bersamanya?. Bisakah kamu bayangkan betapa lelahnya jadi aku yang harus selalu menggunakan topeng utuk menutupi luka yang kamu buat? Bisakah kau bayangkan betapa lelahnya  jadi aku yang harus menahan tangis?. Tentu tidak,karna kamu bukan perasa yang memahami perasaan orang lain. Bahkan kamu tak tahu aku disini begitu kesesakan atas luka yang mengikat diriku.
            Berusaha untuk melupakanmu selalu ku lakukan setiap waktu. Namun semakin ku berusaha,semakin sering kamu hadir kembali dihidupku. Entah apa yang pernah ku lakukan dulu,hingga membuatmu berpaling. Saat bersamamu aku memang menjadi wanita yang jutek,bahkan cuek. Tapi ketahuilah dibalik kecuekanku,aku menyimpan rasa cinta dan sayang seutuhnya hanya untukmu. Setiap kita bertengkar dulu aku memang diam,tak seperti wanita lain yang selalu memberimu kabar. Tapi ketahuilah,aku disini selalu menunggu kabarmu,menunggu ponselku bordering yang kuharapkan itu darimu. Aku sadar,aku tak sesempurna kekasihmu sekarang,bahkan tak seromantis kekasihmu. Tapi aku punya cara tersendiri untuk membuat orang yang aku cintai bahagia. Aku berbeda dari yang lain,aku lebih mengontrol perasaanku. Tapi sudahlah semuanya toh telah berlalu,tak ada yang bisa aku perbuat,kini aku sudah tak punya hak. Biarkan mereka bahagia diatas penderitaanku.
            Apakah kau tahu,saat kita kembali menjadi seorang teman,dan Saat kau mulai menceritakan tentang dia hati ini terasa begitu sesak? aku seperti kekurangan oksigen,berusaha mungkin untuk selalu memakai topeng yang selalu tersenyum. Aku yang selalu menangis,saat mengingat setiap hal tentangmu yang telah melukaiku. Jika kamu bilang aku bukan menjadi diriku sendiri yang harus selalu memakai topeng,bukan karna aku tak percaya diri. Tapi hanya sekedar ingin melindungi luka ini  agar tidak terlihat orang lain,biarkan hanya aku dan tuhan yang megetahui-Nya.

            Awalnya aku tak pernah berharap karma itu datang pada kalian berdua. Tapi seiring berjalan-Nya waktu,lukaku semakin parah. Kalian berdua yang sekarang mulai blak-blakan bermesraan didepan mataku,yang tak pernah berfikir sebentar saja bahwa aku-pun disini terluka. Hingga buliran air mata ini berjatuhan,dan berdoa agar kalian mendapatkan karma,setidaknya kalian bisa merasakan apa yang aku alami. Aku begitu terluka seperti saat ini,bukan karna rasa cinta dan sayangku yang begitu besar,ini bukan soal rasa. Tapi ini soal caramu yang begitu menyakitkan untuk menyatakan bahwa kamu tak ada rasa lagi padaku,caramu yang begitu tak masuk akal dan begitu diluar nalar manusia.



created by me (Siti RatnaDilla .S)

Cerpen "Rasa Itu Masih Sama"

Rasa Itu Masih Sama

Berjalan-Nya  waktu aku dan dia di pertemukan lagi dalam beberapa peristiwa. Dia mulai menyapaku di jejaring social. Semenjak itu kami aktif berkomunikasi lagi,berbagi cerita tanpa membahas luka yang pernah ia beri padaku. Dia bercerita tentang kekasih barunya,tanpa berfikir kalau aku yang mendengarnya terluka. Aku harus meneguk kepahitan saat Melihat mereka bermesraan. Tapi Dia juga bercerita tentang renggangnya hubungan dia dan hadirnya beberapa sosok diantara mereka. Entah apa yang harus aku lakukan,tapi aku merasa senang saat mendengarnya. Hari demi hari hubungan aku dan dia semakin dekat,walau aku tahu dia masih bersama kekasihnya. Bahkan tak jarang dia mengucap kata sayang padaku.
            Aku dilema dengan perasaan yang selalu menghantuiku. Yang terkadang hadir dan pergi tanpa memberikan kejelasan yang pasti. Tapi aku tak mau bersikap gegabah bahwa menganggap perasaan ini adalah perasaan cinta. Aku tak mau terluka untuk kedua kalinya dengan orang yang sama. Aku biarkan rasa ini beterbangan sesukanya,aku hanya ingin menganggap rasa ini hanya sebagai rasa sayang ke seorang teman..
            Namun,sapaan-Nya melalui pesan singkat dan telepon kini semakin mesra. Aku hanya mencoba bersikap biasa saja. Karna aku ingat bahwa dia masih milik orang lain. Tapi terkadang dirinya membuatku bingung,membuatku bertanya Tanya saat dia menghilang tak memberiku kabar,dan sikapnya yang bisa berubah menjadi dingin hanya dalam waktu satu jam. Namun dengan menghilangan-Nya dia membuatku dilanda rindu. Aku takut rasa cinta itu hadir kembali…
Dan Nyatanya rasa itu masih sama,rasa yang pernah hadir saat aku kenal dirimu pertama kali. Jantungku yang mulai berdegup kencang saat melihatmu,bahkan mendengar suaramu. Apakah rasa cinta ini masih ada untukmu? Apakah ukiran namamu dihatiku masih begitu membekas? Sehingga aku belum mampu menghapus segala hal tentangmu. Atau mungkin dirimu sudah terlanjur menjadi racun yang sudah menyebar di tubuh ini dan menyatu di dalam kehidupanku?-jika memang iya,kemana aku harus mencari obat penawar racun-Nya?

             


created by me (Siti RatnaDilla .S)


apa yang aku tulis belum tentu itu aku!

jika ingin mencopas,setakan alamat blog ini :)

Rabu, 30 April 2014

Contoh Cerpen "Anakku Penyandang Down Syndrome"

Disini saya akan membagikan sedikit karya tulis saya berupa cerpen. jika ada kekurangan,mohon dimaafkan karna saya masih amatir :) . silahkan membaca dan silahkan berikan komentar. 
terimakasih :)

Anak ku Penyandang Syndrome
Di pagi hari yang cerah ini dan mentari yang tersenyum dengan lebarnya. Aku mulai mengawali hari dengan sarapan bersama ayahku tersayang. Perkenalkan namaku Andi Saputra,aku lahir dari pasangan Tomi Heriawan dan Keke Fadhila. Tetapi,sejak kelahiranku 15 tahun yang lalu,ibuku pergi meninggalkan aku dan ayah. Karna beliau  tahu bahwa aku mengidap Down Syndrome,dan aku terlahir tidak sempurna,tidak seperti anak normal biasanya. Namun,aku bahagia karna aku masih memiliki sosok ayah yang begitu luar biasa.
“Andi,ayah pergi kerja dulu ya. Andi nanti sama bibi murni. Atau Andi mau ikut ayah saja?” Tanya ayah
“a…a…a…” Jawabku sambil menggelengkan kepala
“yasudah,andi baik-baik ya. Gak boleh nakal.” Ujar ayah. Dan aku yang hanya menganggukan kepala.
Sejak kecil aku duduk di kursi roda dan kesulitan untuk berbicara,itu semua karna aku pengidap Down Syndrome. Yang membuat ototku lemas,dan kelainan pada fisik-ku,dan tinggi badanku berhenti sejak umurku 6 tahun. Bahkan dokter pernah berbicara pada ayahku,bahwa umurku tidak akan bertahan lama. Tapi ternyata tuhan berkehendak lain,aku diberi umur panjang sampai saat ini. Dan sampai saat inilah ayahku yang seorang diri merawatku,dan kemanapun dia pergi  aku selalu bersamanya,walau terkadang aku tidak ikut pasti setiap jam ayah selalu menelponku.
Aku sangat menyukai dunia luar,karna pemandangan yang menurutku sangat indah. Sehingga setiap weekend ayah selalu mengajakku untuk berlibur. Dan hari ini ayahku akan mengajakku ke puncak.
“andi sudah siap?” Tanya ayahku.
“a..a..a..” Jawabku sambil menganggukan kepala dan terlihat gembira.
“oke,saatnya kita berangkat. Ayo kita masuk ke mobil” Ucap ayah sambil membantuku memasuki mobil. Walau usia-Nya sudah tidak muda lagi,dengan sabarnya dia menggendongku memasuki mobil,lalu dipasangkan-Nya sabuk pengaman. Ayahku selalu memenuhi permintaanku walaupun aku tidak bisa berbicara,Namun ayah selalu tahu apa yang aku inginkan.
“naik-naik kepuncak gunung,tinggi-tinggi sekali” Ujar ayah yang melantukan sebuah lagu. Dan aku yang hanya tersenyum menikmati suara merdu ayahku.
“nanti disana kita bersepeda,terus mancing. Oke?” Tanya ayahku. Dan aku yang menganggukan kepala.
Tak lama kami-pun sampai di puncak. Tak tega ayah membangunkanku dari tidurku yang pulas,ayah menggendongku ke kamar di villa yang kami kunjungi. Seperti tak kenal lelah,ayah membuatkan makanan untukku. Ya memang sebelum bibi murni melamar menjadi pembantu rumah tangga,ayah selalu melakukan pekerjaan rumah sendiri. Jadi tak heran jika ayah bisa melalukan semuanya.
            “andi sudah bangun?” Tanya ayah. Dan aku yang menganggukan kepala
“yasudah,makan dulu ini. Setelah itu,kita jalan-jalan naik sepeda. Oke?” Ucap ayah sambil menyuapiku semangkuk sop hangat.
“ya..ya..” jawabku yang terlihat amat senang. dan melahap makanan yang disuapi ayahku.
“enak gak masakan ayah?” Tanya ayah yang masih menyuapiku. Dan aku yang mencoba mengangkat ibu jari sambil menganggukkan kepala.
“siapa dulu,ayah gitu loh.hehe” lontar ayah sambil tertawa kecil.
Setelah aku makan,kami mempersiapkan diri untuk berkeliling menggunakan sepeda. Aku yang digendong di pundak ayahku dengan menggunakan ransel khusus,dan kami siap berkeliling.
“saatnya kita melihat pemandang yang indah.” Ujar ayah. Dan Ayah-pun mulai menggowes sepedanya,berkeliling mengitari kebun teh,rumah penduduk,dan berakhir di salah satu tempat pemancingan di Bandung yang letaknya tidak jauh dari villa. Di tempat pemancingan banyak mata yang tertuju ke arah kami,mungkin mereka tidak terbiasa melihat orang sepertiku. Bahkan tidak sedikit pula,orang yang bertanya kepada ayahku.
“maaf pak,itu anak bapak?” Tanya salah satu pria separuh baya.
“iya pak,ini putra saya.” Jawab ayahku sambil mendudukanku tepat disebelahnya.
“kalo saya boleh tahu,anak bapak ini sakit apa?” Tanya-Nya kembali
“putra saya mengidap down syndrome sejak lahir.” Jawab ayah
“oh. Sepertinya bapak sangat menyayangi anak bapak ya.” Ucap pria separuh baya itu,
“oh tentu,dia harta saya satu-satunya yang saya miliki. Kemanapun saya pergi,dia slalu saya bawa.” Ujar ayah.
“bapak ini sungguh luar biasa ya,sepertinya kisah hidup bapak sangat inspirative sekali. Semoga tuhan selalu melindungi kalian ya.” Ujar pria tersebut.
Mentari-pun mulai meredupkan sinarnya,dan kami beranjak pergi menuju villa. Sesampainya di villa,tubuhku dibersihkan oleh ayahku tercinta,lalu aku menonton acara televise favorite,yaitu film kartun spongebob. Tak lama ayah menyusulku menonton spongebob dengan membawakan segelas susu coklat hangat. Dan saat iklan mulai bermunculan di televise,ada salah satu iklan yang membuatku tertarik yaitu Jakarta running,saat iklan itu muncul aku berteriak yang sontak membuat ayahku terkejut.
“andi ada apa,kok teriak?” Tanya ayah
“i..i..i..” jawabku sambil menunjuk ke layar kaca televise
“oh,andi mau ikut acara itu?” Tanya ayah kembali. Dan aku yang menganggukan kepala.
“oke,nanti kita daftar ya.” Ucap ayah. Dan aku yang hanya tersenyum lebar.
            Tiga hari sudah kami berada di puncak,kini saatnya kami kembali ke Jakarta melakukan aktivitas seperti semula,dan ayah yang mulai kembali bekerja. Namun akhir-akhir ini ayah terlihat berbeda,ayah sering berada dirumah dan tidak pergi bekerja. Kerjaan-Nya dirumah hanya mencari info rumah dijual yang berada di puncak,entah untuk apa ayah mencari rumah di puncak. Sesekali aku pernah bertanya kepada ayah dengan bahasa isyarat,dan aku mencoba menarik baju ayah.
“ada apa andi?” Tanya ayah
“kok ayah tidak bekerja?” Tanyaku balik dengan menggunakan bahasa isyarat.
“nak dengarkan ayah,usia ayah kini sudah tidak muda lagi,begitupun dengan andi. Ayah ingin menghabiskan waktu dengan andi saja berdua.” Jelas ayah.
“terus bagaimana ayah mendapatkan uang?” Tanyaku
“ayah akan berkebun,nanti kita akan pindah di puncak. Andi mau?” jawab ayah . dan aku yang menganggukan kepala. Tak lama kemudian ayah mengajakku pergi,entah kemana itu.
“ayah kita mau kemana?” tanyaku menggunakan bahasa isyarat
“kan katanya andi mau ikut Jakarta running,ayo kita daftar.” Jawab ayah,dan terlihat jelas kebahagiaan di raut wajahku. Sesampainya di tempat pendaftaran,kami lansung mendaftarkan diri. Disana tidak terlalu ramai,karna hari ini adalah pendaftaran terakhir.
“maaf mba saya mau ikut acara ini,tapi anak saya ikut bisa tidak?” Tanya ayah di lorong kasir.
“bisa pak. Apakah ini putra bapak?” jawabnya
“iya mba. Tapi itu tiketnya bagaimana ya? Apakah sendiri atau satu tiket saja?” Tanya ayah kembali
“sebenarnya sendiri-sendiri pak,tapi untuk bapak cukup hanya satu. Karna sepertinya saya lihat,putra bapak sedang sakit. Kalo boleh tahu siapa namanya?” jelas-nya
“nama anak saya andi mba. Terimakasih ya mba.” Ucap ayah
“terima kasih kembali,silahkan kembali di hari minggu.” Ucap kasir itu dengan senyuman manis.
            Hari minggu-pun tiba,dengan berpakaian olahraga dan sepatu sport,aku dan ayah  siap mengikuti Jakarta Running. Bahagia,itulah yang aku rasakan saat ini. Karna ini pertama kalinya aku mengikuti acara seperti ini,biasanya aku hanya berlari pagi bersama ayahku tercinta. Kami dan peserta lainnya akan berlari sejauh 5 Km,dan pluit-pun telah dibunyikan yang menandakan acara ini telah dimulai. Aku dan ayah seperti menjadi sorotan di acara tersebut,karna ada pemandangan yang tidak biasa,yaitu ayahku yang berlari sambil mendorong ku dikursi roda. Tapi semua itu kami hiraukan,bahkan yang semula orang-orang memandangi kami dengan tatapan tajam,berubah memberi kami semangat yang luar biasa. “ ayo semangat,kalian pasti bisa.” Itulah salah satu yang kami dengar. Hingga pada akhir-nya kami mencapai garis finish,orang-orang memberikan selamat pada kami,walaupun kami bukan yang pertama mencapai garis finish. Entah semalam kami bermimpi apa,para wartawan mendatangi kami saat kami sedang istirahat dan mencoba untuk mewawancarai kami.
“kenapa bapak mengajak putra bapak dalam acara ini?” Tanya salah satu wartawan.
“ini adalah kemauan dia,dan putra saya juga sangat menyukai dunia luar khususnya dunia olahraga.” Jawab ayah dengan tegas sambil menggendongku.
“siapa nama putra bapak tersebut?” Tanya wartawan yang lainnya
“ namanya Andi Saputra.” Jawab ayah. Seperti-nya begitu lelah ayah menjawab pertanyaan –pertanyaan dari para wartawan,namun kelelahan itu terbayar dengan kebahagiaan yang kami rasakan saat ini.
            Sejak saat itu kami mulai dikenal oleh masyarakat banyak,dan tak sedikit orang yang menyapa kami ketika kami sedang berpergian. Bahkan kami sering diundang ke beberapa acara di televise Indonesia sampai ke acara televise di Amerika,untuk membagi kisah hidup yang kami alami. Namun disaat kami mulai mencapai kepopuleran baik di dunia maya ataupun di kehidupan sebenarnya,Kondisiku semakin memburuk. Kini aku sering mengunjungi rumah sakit untuk memantau kondisiku. Sampai pada akhirnya aku menghembuskan nafas terakhirku dipangkuan ayah saat aku dirawat di salah satu rumah sakit di Jakarta. Isak tangis begitu terasa saat kepergianku,bahkan seketika rumah sakit menjadi ramai dengan segelintir orang yang turut berduka cita atas kepergianku. Ayahku seakan tak ingin melepaskanku dari pelukannya,sampai tiba-tiba ada seorang suster yang menghampiri ayahku.
“maaf pak,ini ada titipan dari almarhum putra bapak.” Ucap sang suster sambil menyodori sebuah alat rekam dan selembar kertas,bahkan sang suster sesekali terlihat sedang mengusap air matanya.

Lalu ayah lansung memutar alat rekam itu. “ ayah andi sudah bisa bicara dong. Aku sayang ayah. Aku tunggu ayah di surga ya.” Itulah suara yang aku rekam sebelum kepergian ku. Dan ayah membuka selembar kertas itu,dan tertulis “ I LOVE YOU DADY”. Sontak semakin jadi isak tangis pada saat itu. Namun ayah mencoba untuk mengikhlaskan kepergianku,dan berangsur-asur kesedihan itu hilang seiring berjalan-nya waktu. Dan kini ayah hidup seorang diri semenjak kepergianku,ayah mengisi hari-harinya dengan mengikuti bakti social di beberapa panti asuhan,rumah kanker,dll.




sertakan alamat blog ini,jika ingin meng-copy paste!

Puisi yang berjudul "Sambut Aku Di Surgamu"


“Sambut Aku Di Surgamu”


Tuhan …
Peluk-lah aku dalam dekapanmu
Biarkan jiwa ini merasa tenang dari rasa kekhawatiran

Tuhan…
Genggam-lah tanganku dengan kesucianmu
Biarkan diri ini menjadi kuat dari kerapuhan yang aku alami

Tuhan…
Hapuskan air mataku dengan belai kasihmu
Biarkan aku menjadi tegar atas semua masalah yang aku hadapi

Tuhan …
Nyanyikan-lah lagu terindah dalam tidurku yang abadi
Dan Sambut-lah aku di surgamu …



sertakan alamat blog ini,jika ingin meng-copy paste!

Puisi "Ayah"

Ayah                    
Ayah …
Ketahuilah ..
Nafasmu adalah detak jantungku..
Dan detak jantungmu adalah nafasku..

                                   Ayah..
                                   Kini kau telah pergi..
                                   Meninggalkan dunia yang penuh dengan sandiwara
                                   Pergi ketempat impian semua umat manusia..

Apakah kini aku mampu bernafas?
Disaat detak jantungmu sudah tak berdegup kembali
Apakah kini jantungku mampu berdetak?
Disaat nafasmu sudah terhenti..

                                   Andaikan aku bisa bernegosiasi dengan tuhan
                                   Aku rela jika harus bertukar nyawa..
                                   Namun kenyataan-nya aku hanya-lah seorang anak
                                    Yang selalu melakukan kesalahan,lagi dan lagi..

Terimakasih ayah..
Kau telah menjadikanku sosok yang dewasa
Untuk memahami satu hal,
Bahwa kehidupan akan selalu berakhir dengan kematian..

                                  Ayah, Do’a ku untukmu tak henti aku ucapkan
                                  Walau mulutku kelu untuk mengucapkan sepatah kata
                                  Namun aku percaya,Tuhan selalu mendengar doa hamba-nya 
                                  bahkan yang tak terucap sekalipun..


sertakan alamat blog ini jika ingin copy paste.

Sabtu, 07 Desember 2013

KUMPULAN KATA-KATA BIJAK



KATA-KATA BIJAK :

  1.         Ketika masalah menghampiri hidupmu tanpa kenal lelah,berserahlah kepadanya.Tuhan mendengarkan do’a mu,bahkan yang tak terucap olehmu
  2.         Tuhan kami memang tak sempurna,namun impian kami begitu sempurna.
  3.         Tuhan tidak pernah menciptakan manusia dengan sia-sia !
  4.         Ketika keadaan mengharuskan untuk menangis,tak usah berpura.Menangislah!Tak semua air mata berarti lemah . 
  5.          Jangan hitung berapa kali orang menyakiti dan meninggalkanmu,tapi berapa kali kau menyakiti tuhan dan ia tidak pernah meninggalkanmu !
  6.          Jenius adalah  1% inspirasi dan 99% keringat.Tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras.Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan.
  7.         Seseorang menangis,bukan karna dia lemah .Tetapi karna dia sudah terlalu lama kuat.
  8.        Semua orang berfikir untuk mengubah dunia.Tapi tak satupun orang untuk mengubah dirinya sendiri.
  9.        Orang yang berhasil adalah orang yang mampu melewati seribu kegagalan,
  10.        Cobalah dulu baru cerita.Pahamilah dulu,baru menjawab.Dengarlah dulu,baru memberi penilaian.
  11.                    Jangan liat siapa yang berbicara,namun dengarkan apa yang mereka bicarakan !
  12.        Alasan mengapa seseorang tak pernah meraih cita-citanya adalah karna dia tak mendefinikasikannya,tak mempelajarinya,dan tak pernah serius berkeyakinan bahwa cita-cita itu dapat dicapai !
  13.        Sakit dalam perjuangan itu hanya sementara.Bisa jadi semenit,sejam,sehari,ataupun setahun.Namun jika menyerah,rasa sakit itu akan terasa selamanya.
  14.        Hidup manusia penuh dengan bahaya,tetapi justru disitulah letak daya tariknya.
  15.       Realitas selalu lebih konservatif dari pada ideology!
  16.       Kebanggaan kita yang terbesar adalah bukan tidak pernah gagal,melainkan bangkit kembali setiap kali kita terjatuh. 
  17.       Waktu,mengubah semua hal,kecuali kita.Kita mungkin menua dengan berjalannya waktu,tetapi belum tentu membijak.Kita-lah yang harus mengubah diri kita sendiri.
  18.       Cinta itu selalu berakhir dengan menyakitkan,entah iru putus,ditinggalkan,ataupun bercerai.Pada akhirnya kita rela berkorban  untuk siapa?
  19.            Cara melupakan masa lalu adalah bukan dengan menghindari atau menyesalinya,namun dengan menerima dan memaafkan.
  20.            Manusia sempurna adalah bukan manusia yang tanpa salah,tapi manusia yang bisa belajar dari kesalahannya untuk mencapai kesempurnaan.

Jumat, 06 Desember 2013

CARA MUDAH MEMUTIHKAN KULIT

Cara Mudah Untuk Memutihkan Kulit

Ada beberapa cara yg mudah dan lansung membuat kulit putih . lansung aja nih cekidot :


  • Silahkan sob pergi ke toko material,dan tanyain cat warna putih,trus beli dah tuh.Kalo ada kembalian,jgn lupa diambil ya sob. trus pas sampe rumah saatnya sobat oleskan tuh cat ke area tubuh yg ingin terlihat lebih putih. Dijamin sob pasti lansung putih seketika .
  • yang ke-dua sobat silahkan ke toko-toko terdekat untuk beli susu kental manis . trus sobat olesin aja ketubuh sobat . Dijamin bakal dikerubutin semut .
  • yang ketiga,silahkan sobat beli tepung terigu atau sejenis'a . lalu sobat tumpahin aja tuh terigu di badan sobat . entar juga putih kok . hehehe

itu aja gan yang bisa ane bagi,ini cuma buat lucu-lucuan kok . Jangan dimasupin hati ye . kurang lebihnya mohon dimaapin . Tapi kalo agan-agan pengen putih dan bercahaya,rajin sholat ya . karna air wudhu itu bisa membuat muka kita berih,putih alami,dan bercahaya ..